Padang, 13 September 2026 di Masjid Syekh Ahmad Khatib Al Minangkabauwi, menghijau pada Ahad pagi. Ribuan warga Aisyiyah dari berbagai penjuru Sumatera Barat itu, tumpah ruah memadati area masjid sejak malam. Mereka menyatu dalam satu tujuan: menghadiri Tabligh Akbar Aisyiyah dan Muhammadiyah Sumbar bersama Ustadz Azka Ummah.
Pengajian tiga bulanan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan sudah berlangsung hingga kesepuluh. Saat itu edisi perdana dimulai pada tahun 2022.
Tema Tabligh Akbar kali ini terasa istimewa, yakni “Muhammadiyah dan Aisyiyah Berhaji”. Tak kurang dari 6.000 warga Aisyiyah tercatat hadir. Mereka memenuhi setiap sudut masjid, membuktikan bahwa kecintaan kepada persyarikatan dan semangat kebersamaan kepada Allah dan Rasul-Nya benar-benar nyata.
Ketua Pimpinan Wilayah ‘Aisyiyah (PWA) Sumbar, Syur’aini, dengan penuh haru menyampaikan bahwa pengajian ini telah menjadi nafas bagi warga Aisyiyah.
“Ini pengajian tiga bulanan kita yang ke-10. Saat itu, perdana kita mulai pada tahun 2022. Alhamdulillah, antusiasme terus tumbuh,” ujarnya.
Senada dengan itu, Wakil Ketua Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Sumbar, Hendri Novigator, mengungkapkan kekagumannya.
“Kecintaan warga Aisyiyah yang datang sejak malam membuktikan niat ikhlas dan semangat kebersamaan kepada Allah dan Rasul-Nya, serta kecintaan kepada persyarikatan,” tuturnya dengan mata berbinar.
Jalin MoU dengan BSI
Di sela-sela kemeriahan pengajian, momen bersejarah turut diukir. Bank Syariah Indonesia (BSI) resmi menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan PWA Sumbar.
Hadir dalam kesempatan itu ISE Manager BSI, Ari Suharso, dan Area Manager BSI Padang, Hadi Wijaya Arifin. Kolaborasi ini semakin memperkuat sinergi antara lembaga keuangan syariah dan organisasi perempuan Muhammadiyah di Sumatera Barat.
Dalam ceramahnya, Ustadz Azka Ummah, menekankan pentingnya berkumpul dalam majelis ilmu dan menjaga adab. “Sebaik-baik kalian adalah yang paling baik kepada keluarganya,” pesannya.
Dia mengingatkan, bahwa kemuliaan seseorang dimulai dari rumah. Ia juga menyoroti pentingnya empati dan kasih sayang kepada anak-anak, generasi penerus yang harus dijaga dengan cinta.
Apresiasi dari Wakil Wali Kota Padang
Sementara itu, Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, yang turut hadir, menyampaikan pesan mendalam tentang pentingnya pendidikan surau yang telah melahirkan generasi hebat sejak dahulu.
Namun, ia juga membawa data yang mengkhawatirkan. “Sumatera Barat masuk lima besar di Indonesia. Dari perguruan tinggi dan SMA, banyak komunitas LGBT, dan anak sekolah menjadi kurir narkoba,” ungkapnya.
Menurut Maigus Nasir, solusinya adalah pendidikan karakter. Hal ini sebagai upaya menyelamatkan generasi bangsa. Ia pun berjanji, Insya Allah akan menggelar kegiatan bersama Aisyiyah dengan Pemko Padang.
Sedangkan Ketua Panitia, Jusmawati, mengaku tak bisa menyembunyikan rasa syukurnya. Hal ini mengingat antusiasme luar biasa dari PDA kabupaten/kota se-Sumbar.
“Tercatat ada 6.000 warga Aisyiyah hadir memenuhi area Masjid Syekh Ahmad Khatib Alminangkabawi,” ujarnya bangga.
Dia juga menjelaskan, bahwa sebelumnya, pengajian serupa digelar di Payakumbuh. Kemudian insya Allah edisi berikutnya akan didiskusikan dengan daerah yang bersedia menjadi tuan rumah.
Tabligh Akbar ini bukan sekadar pertemuan rutin. Ia adalah bukti nyata bahwa Aisyiyah dan Muhammadiyah di Sumatera Barat memiliki kekuatan besar: kekuatan iman, kekuatan ilmu, dan kekuatan kebersamaan. Dari masjid yang bersejarah ini, semangat itu terus menyala, menerangi jalan menuju generasi yang lebih baik.
Di akhir acara, panitia memberikan penghargaan kepada Kabupaten Kota terbaik yang hadir. Selain itu juga ada penyerahan hadiah kepada ‘Aisyiyah tertua.
