Agenda Rutin Tiga Bulanan Jadi Forum Konsolidasi 4.500 Kader ‘Aisyiyah Sumatera Barat

Pengajian Akbar

KLIKMU.CO – Lebih dari 4.500 anggota Aisyiyah, tokoh masyarakat, dan pejabat daerah memadati Masjid Agung Nurul Ilmi, Kabupaten Pasaman Barat, dalam agenda rutin tiga bulanan Pimpinan Wilayah Aisyiyah (PWA) Sumatera Barat, Ahad (27/7/2025. Kegiatan ini berkembang menjadi forum konsolidasi strategis gerakan perempuan Muhammadiyah se-Sumatera Barat.
Pengajian Tiga Bulanan ini tak sekadar ajang silaturahmi, tetapi juga menjadi panggung aktualisasi peran perempuan dalam menyinergikan keluarga, organisasi, dan pemerintah demi menyongsong visi Indonesia Emas 2045.
Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Pasaman Barat H Yulianto beserta istri, Sifrowati Yulianto, jajaran PWA, PDM, PDA, serta organisasi otonom Muhammadiyah seperti Pemuda Muhammadiyah, IMM, dan Tapak Suci. Kehadiran lintas elemen ini menegaskan kekuatan jaringan perempuan Muslim progresif di ranah Minang.

Ketua PDA Pasaman Barat Aida Eliza dalam sambutan pembukanya, menegaskan pentingnya keluarga sebagai institusi pendidikan utama.
“Keluarga yang kuat akan melahirkan generasi emas yang tangguh secara spiritual, intelektual, dan sosial,” ujarnya.

Ketua PDM Pasbar Ronaldi turut menyampaikan ucapan selamat ulang tahun kepada Bupati Yulianto seraya menegaskan sinergi Muhammadiyah dan Aisyiyah dalam membangun karakter umat di Bumi “Mekar Tuah Basamo”.

Dalam pidatonya, Bupati Yulianto menyebut Muhammadiyah sebagai pilar sejarah bangsa yang kini kembali diandalkan menjawab tantangan zaman.

“Kegiatan seperti ini penting dalam membentuk moral publik yang kokoh, khususnya dalam menghadapi arus globalisasi dan tekanan ekonomi eksternal,” katanya.

Wakil Ketua PWA Sumbar Prof Dr Yarmis Syukur MPdKons menyoroti pentingnya agenda ini sebagai sarana peningkatan kapasitas kader perempuan dalam menghadapi dinamika zaman.

“Aisyiyah harus hadir di ruang publik dan digital, membawa nilai-nilai keadaban dan ketangguhan,” ucapnya.

Tausiah utama disampaikan oleh Dr Khalidah MAg, yang menekankan pentingnya kolaborasi antara keluarga, organisasi, dan pemerintah sebagai fondasi mencetak generasi unggul. Ia menegaskan peran orang tua sebagai teladan akhlak dan agen pendidikan karakter.

“Mendidik anak bukan hanya tugas sekolah. Rumah tangga adalah madrasah utama,” jelasnya.

Mengutip Al-Qur’an dan hadits, ia mengingatkan bahwa Indonesia tengah memasuki era bonus demografi yang hanya dapat dioptimalkan jika seluruh elemen, terutama perempuan, aktif membangun kualitas manusia.

Lebih dari sekadar pengajian, agenda ini mencerminkan konsolidasi gerakan perempuan Muslim yang tak hanya religius, tetapi juga strategis dalam menciptakan ekosistem sosial yang inklusif, adaptif, dan siap menyambut abad ke-21.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *